Petunjuk :
Untuk soal
nomor 31
sampai dengan nornor 40, bacalah bacaan yang ada dengan teliti, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait
dengan bacaan tersebut dengan cara memilih satu alternatif jawaban yang
paling benar.
Soal:
Ketika Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga elpiji dan juga
bensin pertamax, Kita
masih bisa memahami alasan bahwa kenaikan itu harus
dilakukan karena komoditas itu lebih banyak dipergunakan masyarakat kelas atas.
Namun ketika pemerintah menaikkan harga pupuk ZA dan SP-36, pantas kita
bertanya apakah alasannya juga karena komoditas itu dipergunakan masyarakat
kelas atas? Terus terang kita bertanya-tanya, ke mana sebetulnya arah
keberpihakan pemerintah ini. Kita paham bahwa keuangan negara ini sangat
terbatas dan tidak mungkin lagi untuk memberikan subsidi. Tetapi, apakah benar
apabila kita kemudian sama sekali tidak mengenal subsidi lagi.
Pupuk jenis SP-36 dan ZA umumnya banyak
dipakai oleh petani tebu dan hortikultura. Mereka umumnya bukanlah petani besar,
tetapi petani gurem. Luasan lahan yang mereka
miliki sangatlah kecil sehingga mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi Petani
Tebu Rakyat Indones;a.
Ada dua hal yang membuat petani
akan merasa diperlakukan tidak adil. Pertama, kenaikan dilakukan mulai 1 Januari jauh dari masa panen tiba. Artinya, petani harus keluar modal yang lebih banyak terlebih dahulu sebelum memetik hasilnya. Itu sama saja
dengan kita meminta petani untuk memberikan subsidi kepada konsumen. Belum lagi
tidak adanya jaminan bahwa pemerintah akan menetapkan harga dasar baru yang akan mengompensasi kerugian yang harus
dihadapi petani. Sepanjang kondisinya seperti itu berlangsung, tidak usah heran
apabila petani seumur-umur akan menjadi kelompok yang tertinggal karena nilai tukar mereka akan terus menurun.
Kedua adalah ketidakmampuan pemerintah untuk memberlakukan perdagangan yang adil (fair
trade). Bukan sekali-dua kali terjadi penyelundupan gula.
Dengan harga jual yang disubsidi
ditambah lagi dengan tidak membayar bea masuk, jelas tidak mungkin sampai kapan
pun
produk petani kita akan mampu bersaing dengan produk
impor.
Sumber: Tajuk Rencana, Kompas 6 Januari 2005
1.
Judul yang tepat untuk bacaan di atas adalah?
a.
Dampak
kenaikan harga pupuk terhadap petani
b.
Komitmen
Pemerintah terhadap nasib petani
c.
Rencana
kenaikan harga pupuk
d.
Perlunya
perlindungan terhadap petani
e.
Pengahapusan
subsidi untuk petani
2.
Kata
seumur-umur artinya adalah?
a.
Masih belum
berpengalaman
b. Sampai
kiamat
c. Selamanya
d. Sebaya
e. Seumur
hidup
3.
Petani
gurem lawan katanya adalah ?
a.
Peladang
berpindah
b. Tuan tanah
c. Petani
yang memiliki lahan sangat luas
d. Petani
yang
tidak punya kebun tapi punya sawah
e.
Petani yang tidak punya sawah tapi punya kebun
4.
Sesuai
dengan bacaan, produk petani (tebu) kita tidak mampu bersaing dengan produk
impor karena alasan-alasan di bawah ini kecuali :
a.
Produk impor
tidak membayar bea masuk
b. Produk
impor dijual dengan subsidi
c. Sering
terjadi penyelundupan gula
d. Pabrik
gula beroperasi secara tidak efisien
e. Pemerintah
tidak mampu memberlakukan perdagangan yang adil
5.
Pernyataan
di bawah ini yang
tidak benar adalah adalah :
a. kenaikan harga pupuk harus dilakukan karena komoditas itu lebih banyak
dipergunakan masyarakat kelas atas
b. Pupukjenis SP-36 dan ZA umumnya banyak
dipakai oleh petani tebu dan hortikultura.
c. Mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi
Petani Tebu Rakyat Indonesia.
d. Mereka umumnya bukanlah petani besar,
tetapi petani gurem.
e. Luasan lahan yang mereka miliki sangatlah
kecil
Berdasarkan perhatiannya terhadap orang dan
perhatiannya terhadap kinerja, Sethia dan Glinow (dalam Collins dan Mc
Laughlin, 1996:
760-762) membedakan adanya empat macam budaya organisasi,
yaitu: (a)
apathetic culture; (b) caring culture; (c) exacting culture; dan integrative culture.
Dalam tipe apathetic culture, perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia maupun
perhatian terhadap kinerja pelaksanaan tugas, dua-duanya rendah. Di sini
penghargaan diberikan terutama berdasarkan
permainan politik dan pemanipulasian orang-orang lain. Sedangkan budaya organisasi Caring Culture dicirikan oleh rendahnya perhatian terhadap kinerja dan tingginya
perhatian terhadap hubungan antar manusia. Penghargaan lebih didasarkan atas
kepaduan tim dan harmoni, dan bukan didasarkan atas kinerja pelaksanaan tugas.
Sementara itu ciri utama tipe exacting Culture adalah bahwa perhatian terhadap orang sangat rendah, tetapi perhatian
terhadap kinerja sangat tinggi. Disini secara ekonomis, penghargaan sangat
memuaskan tetapi hukuman atas kegagalan yang dilakukan juga sangat berat. Dengan demikian tingkat keamanan pekerjaan
menjadi sangat rendah. Yang terakhir,
dalam organisasi yang
memiliki budaya integrative, maka perhatian terhadap orang maupun perhatian terhadap kinerja keduanya
sangat tinggi.
Apabila organisasi-organisasi publik di Indonesia dianalisis dengan menggunakan empat tipe budaya tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bawwa sebagian besar organisasi publik memiliki budaya organisasi yang bertipe Caring. Organisasi-organisasi
publik di Indonesia
biasanya memiliki perhatian yang
sangat rendah terhadap kinerja pelaksanaan tugas,
tetapi memiliki perhatian yang sangat
tinggi terhadap hubungan an,ar manusia. Hal ini nampak dari ciri-ciri birok,at sebagai berikut: (a) lebih
mementingkan kepentingan pimpinan ketimbang kepentingan klien atau pengguna
jasa; (b), lebih merasa sebagai abdi negara
daripada abdi masyarakat; (c) meminimalkan
resiko dengan cara menghindari inisiatif; (d) menghindari tanggung jawab; (d) menolak
tantangan; dan (e)
tidak suka berkreasi
dan berinovasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Budaya Caring
ini tidak cocok dalam pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Dengan demikian harus diadopsi budaya organisasi baru yang lebih sesuai dan kondusif dengan
manajemen pelayanan publik. Budaya organisasi seperti ini disebut kultur
kinerja (Ivancevich, Lorenzi, Skinner & Cmsby 1997 :
460)
Sumber : Dikutip dengan perubahan seperlunya dari
Ratminto & Winarsih (2005);
Manajemen Pelayanan.
6.
Makna
kata yang
identik dengan kata "publik" dalam kata "manajemen pelayanan publik" adalah : ?
a. Rombongan
b. Orang banyak
c. Umum
d. Warganegara
e. Negara
7.
Menurut
penulis buku tersebut di atas, sebagaian besar organisasi publik di Indonesia memiliki budaya caring, hal ini dicirikan dengan hal-hal di bawah ini kecuali ?
a. Menolak tantangan,
b. Menghindari tanggungjawab,
c. Tidak suka berkreasi,
d. Tidak suka berinovasi,
e. Mementingkan kepentingan klien
8.
Pernyataan
tentang apathetic
culture di bawah ini yang tidak benar adalah .....
a. Perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia rendah
b. Perhatian anggota organisasi terhadap
kinerja pelaksanaan tugas rendah
c. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
permainan politik
d. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
pemanipulasian orang-orang lain
e. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
intuisi pimpinan
9.
Pernyataan
tentang caring
culture di bawah ini yang tidak benar adalah .....
a. Perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia tinggi
b. Perhatian anggota organisasi terhadap
kinerja pelaksanaan tugas rendah
c. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
kinerja pelaksanaan tugas
d. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
kepaduan tim
e. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan
harmoni
10.
Makna
kata "diadopsi" dalam paragraf di atas adalah ?
a. Diterima dan dikembangkan
b. Diambil anak
c. Dipungut anak
d. Kecanduan
e.
Kultur
kinerja
KUNCI JAWABAN:
KUNCI JAWABAN:
1.
B
2.
C
3.
C
4.
D
5.
A
6.
C
7.
E
8.
E
9.
C
10. A
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar